artikel pilihan

HUKUM BERKURBAN UNTUK ORANG YANG TELAH MENINGGAL


Fatwa Komite Tetap
Kurban, Akikah, dan Memberi Nama Anak

Kurban

Fatwa nomor16040

Pertanyaan: Saya sampaikan kepada Anda bahwa saya berkurban untuk bapak saya yang telah meninggal dua puluh tahun lalu. Namun, saya mendengar dari salah seorang teman bahwa berkurban untuk orang yang telah meninggal hukumnya makruh, padahal saya telah berkurban untuk bapak, saudara-saudara, dan keluarga saya yang telah meninggal. Mohon penjelasannya.

Jawaban: Berkurban untuk orang yang telah meninggal hukumnya boleh karena Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam pernah berkurban untuk umatnya yang belum berkurban dan ini mencakup orang-orang yang masih hidup atau yang telah meninggal.

 Dari Jabir, ia berkata,Saya melakukan salat Idul Adha bersama Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam. Setelah selesai salat, ia membawa seekor domba jantan lalu menyembelihnya seraya mengucapkan, "Bismillah, wallahu Akbar (Dengan Nama Allah dan Allah Maha Besar). Ya Allah ini dariku dan dari umatku yang belum berkurban."(HR. Ahmad, Abu Dawud, dan Tirmidzi).

Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib juga pernah berkurban untuk Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam setelah ia meninggal, seperti yang disebutkan dalam hadis Hanasy ash-Shan'ani yang berkata, Saya melihat Ali radhiyallahu 'anhu berkurban dua ekor kambing lantas saya bertanya kepadanya, "Apa ini?" Dia menjawab, "Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam berwasiat kepadaku agar berkurban untuknya sehingga saya sekarang berkurban untuknya." (HR.Abu Dawud dan Tirmidzi).

Adapun orang yang berkata bahwa tidak boleh berkurban untuk orang yang telah meninggal tidak memiliki dalil tentang hal ini. Pendapat tersebut lemah dan tidak boleh dijadikan sebagai dasar hukum.

(Nomor bagian 10;Halaman 415)


Wabillahittaufiq, wa Shallallahu `ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam

Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa
  • -Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz  (Ketua)
  • -Abdurrazzaq `Afifi  (Wakil Ketua)
  • -Bakar Abu Zaid Abdul (Anggota)
  • -Aziz Alu asy-Syaikh  (Anggota)
  • -Shalih al-Fawzan (Anggota)
  • -Abdullah bin Ghadyan  (Anggota)


Tidak ada komentar

adv/http://halaqah.tauhid.or.id/|https://3.bp.blogspot.com/-vsjjpoMCiW8/WlGA-RAlXRI/AAAAAAAABig/cGiszDzhKKsfBESHw6eUdidc1NSJNT2RQCLcBGAs/s1600/halaqah.jpg

Muamalah

muamalah/carousel

Arsip Artikel Per Bulan

CRAST

Community Relief and Spreading Tauhid

Facebook

fb/https://www.facebook.com/Tauhid.or.id

Info Kajian