artikel pilihan

DIANTARA APA YANG ADA DI HARI JUM'AT



Kedudukan hari Jum'at terhadap hari lainnya.

Dari Abu Lubabah Bin Abdil Mundzir, telah bersabda Nabi shallallahu 'alaihi wasallam ;
“Sesungguhnya hari Jum’at adalah pemuka hari dan merupakan hari paling agung di hadapan Allah. Hari Jum’at lebih agung di hadapan Allah daripada hari idul adha dan idul fitri. Dalam hari Jum’at terdapat lima hal: Allah menciptakan Adam di hari Jum’at, Allah menurunkan Adam ke bumi di hari Jum’at, Allah mewafatkan Adam di hari Jum’at. Di dalamnya terdapat suatu waktu yang bila seorang hamba meminta sesuatu niscaya diberikan kepadanya selama dia tidak meminta sesuatu yang haram. Di hari Jum’at kiamat akan terjadi. Tidaklah dari malaikat yang dekat (dengan Allah), langit, bumi, angin-angin, gunung-gunung, dan laut kecuali mereka takut terhadap hari Jum’at“. (HR. Ahmad dan Ibnu Majah, dan dihasankan syeikh Al-Albany dalam Shahihul Jami' 2279).


Dikhususkan bagi umat ini dengan disyari'atkan untuk membaca Surat Al-Kahfi pada hari Jum'at.

Dari Abu Sa'id Al-Khudry Radhiallahu Anhu, telah bersabda Nabi shallallahu 'alaihi wasallam :
“Barangsiapa membaca Surah Al-Kahfi pada hari Jum’at, niscaya ia diberi cahaya antara dia dan antara dua jum’at.” (HR. An-Nasa'i dan Al-Hakim, dan beliau shahihkan)


Allah Ta'ala sesatkan Kaum Yahudi dan Kaum Nashrani dari hari jum'at, dan Allah khususkan umat ini dengan diberikan petunjuk dengan hari Jum'at.

Dari Abu Hurairah radhiallahu 'anhu, bersabda shallallahu 'alaihi wasallam :
“Allah menyimpangkan kaum sebelum kita dari hari jum’at. Maka untuk kaum yahudi adalah hari sabtu, sedangkan untuk orang-orang nasrani adalah hari ahad. Lalu Allah mendatangkan bagi kita dan memberikan petunjuk bagi kita dengan hari Jum’at“.
(HR. Muslim)


Allah ta'ala jadikan shalat di hari Jum'at lain dengan hari-hari lainnya .

Shalat Fajr berjama'ah di hari jum'at adalah sebaik-baik shalatnya seorang Muslim dalam sepekan.

Dari Ibnu Umar radhiallahu 'anhuma berkata ; telah bersabda Nabi shallallahu alaihi wasallam ;
“Sebaik-baik shalat-shalat di sisi Allah adalah shalat shubuh di masjid berjama'ah“.
(HR. Al-Baihaqy dalam Syu'abul Iman, dan dishahihkan Syeikh Al-Albany dalam Shahihul Jami' 1119).
Disunnahkan untuk membaca *Surat As-Sajdah pada rakaat pertama, dan Surat Al-Insan pada rakaat kedua*, sebagaimana hadits Abu Hurairah yang diriwayatkan Imam Bukhari dan Muslim.


Keutamaan antara shalat jum'at ke Jum'at berikutnya adalah menghapus dosa.

Dari Abu Hurairah radhiallahu 'anhu, bersabda Nabi shallallahu 'alaihi wasallam :
“Di antara shalat lima waktu, di antara Jum’at yang satu dan Jum’at berikutnya adalah penghapus dosa di antara semua itu selama tidak dilakukan dosa besar”.
(HR. Muslim no. 233).
Allah perintahkan untuk mendatangi panggilan shalat jum'at dan meninggalkan perdagangan.

Firman Allah ta'ala :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا نُودِيَ لِلصَّلَاةِ مِنْ يَوْمِ الْجُمُعَةِ فَاسْعَوْا إِلَىٰ ذِكْرِ اللَّهِ وَذَرُوا الْبَيْعَ ۚ ذَٰلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ 
“Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jum’at, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allâh dan tinggalkanlah jual beli, yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui."
(QS. Al-Jumu’ah : 9).
Bagaimana hukumnya ; jika ibadah jum'at sudah ditegakkan sedang manusia masih berjual-beli dengan dunia mereka ? Yang rajih, adalah sah hukumnya perdagangan mereka tapi dengan itu mereka berdosa.


Keutamaan khusus bagi orang yang meninggal di malam atau hari Jum'at.

Dari Abdullah Bin Umar radhiallahu 'anhuma, telah bersabda Nabi shallallahu 'alaihi wasallam :
“Tidaklah seorang Muslim yang meninggal di hari jum'at atau malam jum'at, kecuali Allah jaga dia dari fitnah kubur. “ (HR. At-Tirmidzi 1074, dan dishahihkan Syeikh Al-Albany dalam Ahkamul Jana'iz hal. 49-50).



Keutamaan pahala bagi yang berlomba-lomba menyegerakan keberangkatan ke masjid.

Dari Abu Hurairah radhiallahu 'anhu, bahwa Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam :
“Barangsiapa yang mandi pada hari Jum’at seperti mandi janabah lalu segera pergi ke masjid, maka seakan-akan berkurban dengan unta gemuk, dan barangsiapa yang pergi pada jam yang kedua, maka seakan-akan ia berkurban dengan sapi betina, dan barangsiapa pergi pada jam yang ketiga, maka seakanakan ia berkurban dengan domba yang bertanduk, dan barangsiapa yang pergi pada jam yang keempat seakan-akan ia berkurban dengan seekor ayam, dan barangsiapa yang pergi pada jam kelima, maka seakan-akan ia berkurban dengan sebutir telur. Dan apabila imam telah keluar (untuk berkhutbah), maka para Malaikat turut hadir sambil mendengarkan dzikir (nasihat/peringatan).”
(Hadits Muttafaqun Alaih)

Bagaimana menentukan jam pertama hingga jam kelima ?
Yaitu selang waktu dari terbitnya matahari hingga masuknya waktu dhuhur dibagi menjadi 5 ; misalnya waktu terbit jam 6 pagi dan waktu masuk dhuhur jam 12, maka selang waktu antara keduanya adalah 6 jam. 6 jam dibagi 5, maka masing-masing waktu adalah 72 menit atau 1 jam 12.
Sesuai dengan contoh di atas maka berikut rinciannya ;
  1. Jam pertama : 06.00-07.12_* (onta)
  2. Jam kedua : 07.12-08.24_* (sapi)
  3. Jam ketiga : 08.24-09.36_* (domba bertanduk)
  4. Jam keempat : 09.36-10.48_* (ayam)
  5. Jam kelima : 10.48-12.00_* (telur)
( Lihat selengkapnya dalam Syarhul Mumthi' Li Syeikh Ibni Utsaimin.)


Dianjurkan untuk mandi, membersihkan badan, mengenakan minyak wangi, berangkat ke masjid dengan sebaik-baik pakaian, bersegera ke masjid, mendekat ke imam, mendengarkan nasihat khatib.

Mendekatlah kepada imam. Dari Samurah Bin Jundub radhiallahu 'anhu, telah bersabda shallallahu 'alaihi wasallam ;
“Hadirilah khutbah dan mendekatlah kepada imam. Sesungguhnya ada seorang laki-laki yang senantiasa menjauhkan diri darinya, hingga ia pun diakhirkan menuju surga walaupun ia (ditakdirkan) memasukinya”. (HR. Abu Daud dan Al-Hakim dan dishahihkannya)


Bersegeralah berangkat ke masjid dan malaikat mencatat para hadirin hingga dihentikannya pencatatan tersebut.

Sebagaimana hadits Abu Hurairah radhiallahu 'anhu :
“Apabila hari Jum’at tiba, maka di setiap pintu masjid terdapat malaikat yang mencatat siapa saja yang hadir lebih dahulu (untuk menghadiri shalat Jum’at). Apabila imam telah duduk (di atas mimbar), mereka menutup lembaran catatan kitab untuk turut mendengarkan adz-dzikr (khutbah)”.
(Shahih; diriwayatkan oleh Al-Bukhari no. 3211 dan Muslim no. 850)

Sebaik-baik amalan yang shalih di hari dan malam Jum'at adalah memperbanyak shalawat dan salam atas junjungan kita Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam. 

Dari Aus bin Aus radhiallahu 'anhu bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda :
”Sesungguhnya hari terbaik dari hari-hari kalian adalah hari jum’at, maka perbanyaklah shalawat kepadaku pada hari itu, karena shalawat kalian akan ditampakkan.”
(Diriwayatkan Abu Daud dengan sanad yang shahih).

Yang meninggalkan ibadah Jum'at dengan sengaja tanpa udzur adalah termasuk pelaku dosa besar karena beratnya ancaman bagi yang tidak mendatanginya.


Dari Al-Hakam bin Miina’a bahwa ‘Abdullah bin ‘Umar dan Abu Hurairah Radhiyallahu Anhuma mengatakan kepadanya, bahwa keduanya mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
”Hendaklah suatu kaum menghentikan perbuatannya meninggalkan shalat jum’at atau (kalau tidak) Allah Subhanahu wa Ta'ala akan mengunci hati-hati mereka lalu mereka benar-benar menjadi orang-orang yang lalai.” (HR. Muslim)

Walhamdulillah,semoga bermanfaat,

Wallahu Ta'aala A'lam Bis Shawab





------------------------------------------------

Ditulis Oleh Ustadz Abdurrahman Dani

Tidak ada komentar

adv/http://halaqah.tauhid.or.id/|https://3.bp.blogspot.com/-vsjjpoMCiW8/WlGA-RAlXRI/AAAAAAAABig/cGiszDzhKKsfBESHw6eUdidc1NSJNT2RQCLcBGAs/s1600/halaqah.jpg

Muamalah

muamalah/carousel

Arsip Artikel Per Bulan

CRAST

Community Relief and Spreading Tauhid

Facebook

fb/https://www.facebook.com/Tauhid.or.id

Info Kajian