artikel pilihan

RINGKASAN 3 WASIAT SYAIKH ABDUL AZIZ AS-SADHAN



WASIAT YANG PERTAMA

Selayaknya bagi seorang mukmin untuk melihat segala kejadian alam yang terjadi dengan pandangan mata lahiriyah dan mata hati, karena pembeda seorang mukmin dengan selainya adalah melihat setiap kejadian alam dengan pandangan mata dan juga dengan pandangan hati yang penuh dengan keimanan. Seperti hujan jika dilihat dengan pandangan hati maka ada beberapa hikmah :
  • Bukti bahwa Allah ta’ala yang maha Esa dalam penguasaan.
  • Bahwa hujan adalah dalil atas kebangkitan pada hari kiamat, ketika orang kafir mengingkari hari kebangkitan maka Allah ingatkan dalam alqur’an bahwa ketika kalian melihat bumi itu mati kemudian dihidupkan dengan air oleh Allah ta’ala.
  • Allah subhanahu wa ta’ala adalah maha kaya dan makhluk sangatlah membutuhkan kepada Allah ta’ala.
  • Allah Maha kuat dan lemahnya makhluk, karena jika seandainya hujan turun terus menerus maka makhlu akan binasa.
  • Bantahan untuk para orang atheis yang mengingkari ada Allah subhanahu wa ta’ala yang maha menghidupkan dan mematikan.



WASIAT YANG KEDUA adalah wasiat untuk para penuntut ilmu secara khusus dan kepada yang selainya secara umum.
  1. Untuk melihat kejadian-kejadian alam dengan pandangan hati karena bisa meningkatkan keimanan kepada Allah ta’ala.
  2. Wasiat untuk para penuntut ilmu yang berkaitan dengan sholat, untuk senantiasa bersegera untuk mendatangi sholat. Karena seorang penuntut ilmu adalah panutan sehingga diikuti oleh manusia.
  3. Carilah teman yang bisa mendatangkan ketaatan, dan juga diwasiatkan agar saling menasehati diantara mereka.
  4. Seorang penuntut ilmu tidaklah meninggalkan suatu majelis kecuali telah memberi faidah kepada yang hadir di majelis tersebut.
  5. Sorang penuntut ilmu sudah sepantasnya mengajari dan membimbing anak-anak dengan cara memberikan contoh yang baik kepada mereka.
  6. Ketika ingin memberi nasihat maka dengan lemah lembut dan dengan cara yang terbaik, apalagi kepada orang tua.



WASIAT YANG KETIGA berhubungan dengan Al-qur’an Al-karim
Allah ta’ala memerintahkan kita untuk tadabur al-qur’an di ayat yang sangat banyak. Maka tidak tepat ketika seseorang hanya memperhatikan bacaanya dan hapalanya, dan tidak mentadaburinya. Oleh karena itu bagi tholabul ilmi hendaknya dia mempelajari tafsir Al-qur’an. Dan Nabi shallallahu alaihi wa sallam adalah orang yang sangat semangat membenarkan kesalahan-kesalahan dalam memahami Al-Qur’an.
Cara yang membantu untuk memahami tafsir :
1. Seseorang hendaknya mengawalinya dengan membaca kitab Ulumul Qur’an.
2. Kemudian membaca tafsir dari surat-surat pendek, karena kebanyakan manusia menghapalnya.
3. Langkah supaya ketika membaca salah satu surat dari Al-Qur’an langsung mendapakan tafsir dan juga hal-hal yang berkaitan dengan surat tersebut :
  • Menyebutkan nama surat.
  • Jenis turunya surat (makiyyah atau madaniyah).
  • Apakah ada keutamaan khusus tentang surat tersebut.
  • Memahami kosakata Al-Quran yang ada pada surat tersebut.
  • Harus memisahkan tentang kandungan ayat dan kisah yang ada.
  • Memulainya dari ayat paling pertama, kemudian menggali faidah yang berkaitan dengan ayat tersebut.
  • Dimulai dengan ayat yang pertama kemudian digali darinya faidah dan hukum-hukum yang terkandung di dalamnya. Dan senantiasa sabar dan tidak tergesa-gesa dalam memahami ayat.
  • Setelah berusaha memahami tentu kita kembali koreksi pemahaman kita kepada kitab-kitab tafsir para ulama.
  • Upayakan untuk segera mengamalkan dari apa-apa yang telah dipelajari.
  • Ajarkan dari apa yang telah Allah berikan kepadamu dari ilmu yang telah engkau pelajari.
  • Perbanyaklah membaca surat tersebut sampai makna nya menempel di dalam benak kita.

Semoga Allah ta’ala senantiasa membimbing dan memberikan ilmu yang bermanfaat.



Disusun oleh Redaksi Tauhid.or.id


***********

*) Beliau menyelesaikan jenjang S1 fakultas syari'ah di Ma'had Riyadh al-Ilmi, kemudian s2 di Univ Malik Su'ud fakultas tarbiyyah, dan selesai s3 di Jami'atul Imam Muhammad bin Su'ud Riyadh fakultas Ushuluddin.
Diantara guru-guru beliau: Asy-Syaikh Abdul Aziz ibn Baz rahimahullah, Asy-Syaikh Abdullah bin Abdil aziz Al-Uqoil rahimahullah, Asy-Syaikh Abdullah bin Hamid rahimahullah, Asy-Syaikh Abdullah Ibnu Jibrin rahimahullah, Asy-Syaikh Abdullah ibn Ghudyan rahimahullah, Asy-Syaikh Shalih Al-Fauzan hafizhahullah, Asy-Syaikh Abdul Azizibn Abdillah Alu Syaikh hafizhahullah. Beliau mendapatkan juga mendapatkan ijazah dari beberapa ulama seperti Sy-Syaikh Hamud At-Tuwaijiriy, Asy-Syaikh Abdullah ibn Uqoil rahimahullah, dan Asy-Syaikh Al-Qadhi Muhammad Al-Umrony (Ulama besar Yaman).
Beliau juga banyak menulis kitab, lebih dari 70 judul risalah beliau, diantaranya adalah ; Al-Khotib Al-Mimbariyyah (1-7), Fawaid min Syarhi Kitabit Tauhid, Ma'alim fi thoriq tholabul Ilmi dan yang selainya.

Tidak ada komentar

adv/http://halaqah.tauhid.or.id/|https://3.bp.blogspot.com/-vsjjpoMCiW8/WlGA-RAlXRI/AAAAAAAABig/cGiszDzhKKsfBESHw6eUdidc1NSJNT2RQCLcBGAs/s1600/halaqah.jpg

Muamalah

muamalah/carousel

Arsip Artikel Per Bulan

CRAST

Community Relief and Spreading Tauhid

Facebook

fb/https://www.facebook.com/Tauhid.or.id

Info Kajian