artikel pilihan

RAHASIA DI BALIK POLA MAKAN NABI ﷺ



1.) Allah ﷻ memberikan kelebihan pada Nabi ﷺ dari sisi keimanannya dan juga fisiknya. Dan beliau ﷺ senantiasa menjaga kedua sisi tersebut. Kenapa? 

Beliau ﷺ telah bersabda: Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata, Rasulullah ﷺ bersabda:

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: اَلْـمُؤْمِنُ الْقَـوِيُّ خَـيْرٌ وَأَحَبُّ إِلَـى اللهِ مِنَ الْـمُؤْمِنِ الضَّعِيْفِ، وَفِـيْ كُـلٍّ خَـيْـرٌ ، اِحْـرِصْ عَـلَـى مَا يَـنْـفَـعُـكَ وَاسْتَعِنْ بِاللهِ وَلَا تَـعْجَـزْ ، وَإِنْ أَصَابَكَ شَـيْءٌ فَـلَا تَقُلْ: لَوْ أَنِـّيْ فَعَلْتُ كَانَ كَذَا وَكَـذَا ، وَلَـكِنْ قُلْ: قَـدَرُ اللهِ وَمَا شَاءَ فَعَلَ، فَإِنَّ لَوْ تَـفْـتَـحُ عَمَلَ الشَّيْطَانِ
“Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah Azza wa Jalla daripada Mukmin yang lemah. Dan pada semuanya itu ada kebaikan. Bersungguh-sungguhlah untuk mendapatkan apa yang bermanfaat bagimu dan mintalah pertolongan kepada Allah (dalam segala urusanmu) serta janganlah sekali-kali engkau merasa lemah. Apabila engkau tertimpa musibah, janganlah engkau berkata, ‘Seandainya aku berbuat demikian, tentu tidak akan begini dan begitu’. Tetapi katakanlah, ‘Ini telah ditakdirkan Allah, dan Allah berbuat apa saja yang Dia kehendaki. Karena ucapan seandainya akan membuka (pintu) perbuatan setan.”  [HR. Muslim (no. 2664)]


*****

2.) Menjaga dari pantangan makanan yang menyebabkan sakit, puasa, dan kombinasi yang tepat.

Berkata seorang dokter Arab Al-Harits bin Kaldah:

وكانت المعدة رأس الداء، والحمية رأس الدواء. 
“Dan perut adalah inti (sarang) penyakit, sedangkan penjagaan adalah inti dari pengobatan” [Zadul Ma'ad Libnil Qoyyim IV]
Termasuk di dalam "penjagaan"  adalah menjaga dari pantangan makanan yang menyebabkan sakit, puasa, dan kombinasi yang tepat. Kata-kata hikmah beliau ini diambil dari sumbernya yaitu hadis Nabi ﷺ:


ما ملأ آدميٌّ وعاءً شرًّا من بطن، بحسب ابن آدم أكلات يُقمن صلبَه، فإن كان لا محالة، فثُلثٌ لطعامه، وثلثٌ لشرابه، وثلثٌ لنفَسِه

“Tiada suatu wadah pun yang dipenuhi anak Adam yang lebih buruk dari perutnya. Tergantung anak Adam, yang makanan- makanannya cukup untuk menegakkan kekuatannya (tulangnya). Dan jika tidak, maka sepertiga (dari perutnya) untuk makanannya, sepertiga untuk minumannya, dan sepertiga lagi untuk nafasnya.” [HR At-Tirmidzi (2380), Ibnu Majah (3349), Ahmad (4/132), dan lain-lain. Dan hadis ini di-shahih-kan oleh Al-Albani dalam As-Silsilah Ash-Shahihah (2265)]


*****

3.) Hadits Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam:

إن الله إذا أحب عبدا حماه عن الدنيا، كما يحمي أحدكم مريضه عن الطعام والشراب
“Sesungguhnya Allah jika mencintai seorang hamba, akan Allah jaga dia dari dunia, seperti tatkala seorang dari kalian menjaga saudaranya yang sakit dari (pantangan) makanan dan minuman.”
Dalam lafal lainnya:
“Sesungguhnya Allah menjaga hamba-Nya yang mukmin dari dunia.” [HR. Ahmad, Shahih]


*****

4.) Allah ﷻ Menciptakan untuk ita makanan dan minuman yang halal, baik lagi sehat.

Sebagaimana firman-Nya:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُلُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ وَاشْكُرُوا لِلَّهِ إِنْ كُنْتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ
“Wahai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezeki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar kepada-Nya kamu menyembah”. [QS. Al Baqarah: 172]

Tapi Allah ﷻ juga mengingatkan kita dalam firman-Nya:

وَكُلُوا وَاشْرَبُوا وَلَا تُسْرِفُوا
“Makanlah dan minumlah, dan janganlah kalian berlebih-lebihan”. [QS. Al A’raf: 31]

Akan tetapi apa-apa yang Allah Ta’ala ciptakan dari makanan dan minuman yang halal dan baik perlu dikonsumsi dengan cara yang baik, jumlah yang baik dan lebih dari itu, dengan kombinasi yang baik, sehingga makanan tersebut menjadi sebab terjaganya kesehatan dan bahkan sebagai obat utama (bukan alternatif).


*****

5.) Pada adab dan pola makan Nabi ﷺ terdapat rahasia-rahasia hikmah dan kesempurnaan ajaran-Nya.

Berikut beberapa dalil yang akan menjadi topik pembahasan “Pola Makan Nabi ﷺ:

   A. Firman Allah ﷻ:


سُبْحَانَ الَّذِي خَلَقَ الْأَزْوَاجَ كُلَّهَا مِمَّا تُنْبِتُ الْأَرْضُ وَمِنْ أَنْفُسِهِمْ وَمِمَّا لَا يَعْلَمُونَ
“Maha Suci Allah yang telah menciptakan segala sesuatu dengan BERPASANG-PASANGAN, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui”. [QS. Yasin: 36]

   B. Hadits Nabi ﷺ 


عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ جَعْفَرَ- رضي الله عنه- قَالَ: رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَأْكُلُ الْقِثَّاءَ بِالرُّطَبِ.
dari Abdullah bin Ja’far radiallahu anhu berkata: ”Aku melihat Rasulullah shallallahu alaihi wasallam makan MENTIMUN disertai ruthab (KURMA basah)”. [HR Al-Bukhari (no. 5440) dan Muslim (no. 2043) dari Abdullah bin Ja’far radiallahu anhu]

Dari Ummul Mukminin Aisyah radhiyallahu ‘anha


عَنْ أم المؤمنين عَائِشَةَ رضي الله عنها: أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَأْكُلُ البِطِّيخَ بِالرُّطَبِ, ويقول : يدفع حر هذا برد هذا
Dari Ummul Mukminin Aisyah radhiyallahu ‘anha: “Dahulu Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam memakan SEMANGKA dengan KURMA basah dan berkata: ‘Panasnya yang ini dilawan dengan dinginnya yang ini.” [HR Abu Daud 3822 dan At-Tirmidzi 1843 dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani]
Dari hadits di atas, Imam Abu Daud dalam Sunannya menjadikan judul  كتب الأطعمة، باب في الجمع بين لونين في الأكل atau “Bab Dalam Mengombinasi antara Dua Sifat dalam Makanan”. Adapun Imam Tirmidzi menjadikan judul كتاب الأطعمة، باب ما جاء في أكل البطيخ بالرطب atau “Bab Hadis tentang Makan Semangka dan Kurma”. Ibnu Muflih rahimahullah dalam kitabnya “Al-Adab Asy-Syariyyah” menjadikan judul: فصل في العلاج وحفظ الصحة بجمع كل الشيء بضده atau “Bab tentang Pengobatan dan Penjagaan Kesehatan dengan Mengombinasi Segala Hal dengan Sifat Lawannya”.

Lantas apa maksudnya berpasangan dan kombinasi dua sifat? Maknanya adalah mengombinasi dua sifat makanan; antara sifat panas dan dingin. Contoh: Sebagaimana dalam hadits di atas; 
kurma vs mentimun, kurma vs semangka. Atau daging dengan sayur salad, dst. 


*****

6.) Maka kombinasi dua warna atau dua sifat makanan merupakan RAHASIA pola makan Nabi ﷺ. 

Adapun terlalu memvariasi sifat makanan adalah perkara yang membahayakan tubuh manusia. Sebagaimana wasiat beliau ﷺ:

سَيَكُونُ رِجَالٌ مِنْ أُمَّتِي يَأْكُلُونَ أَلْوَانَ الطَّعَامِ، وَيَشْرَبُونَ أَلْوَانَ الشَّرَابِ، وَيُلْبِسُونَ أَلْوَانَ اللِّبَاسِ، وَيَتَشَدَّقُونَ فِي الْكَلامِ، فَأُولَئِكَ شِرَارُ أُمَّتِي
“Akan ada lelaki dari umatku yang mereka makan beraneka ragam warna makanan dan minum beraneka ragam warna minuman, dan mengenakan beraneka ragam warna pakaian dan mereka tidak bisa menjaga ucapannya. Maka mereka itu adalah umatku yang paling banyak keburukannya.” [HR At-Thabrani dan yang selainnya dan dihasankan oleh Syaikh Al-Albani rahimahullah]


*****

7.) Jadikanlah makanan dan minuman anda sebagai obat, dan jangan jadikan sebagai sumber penyakit.

Dan kombinasi pola makan ini bukan hanya untuk menjaga kesehatan anda, bahkan bisa mengobati penyakit dari ringannya seperti jamur kulit hingga beratnya seperti kasus kanker. 

Berkata Ibnul Qayyim rahimahullah dalam Zadul Ma’ad:


أمهر الأطباء الذين يعالجون المرض بالطعام
“Dokter yang paling mahir adalah yang mengobati penyakit dengan makanan.

Walhamdulillah.


________________________

Ditulis Oleh Ustadz Abdurrahman Dani
Comments
0 Comments

Tidak ada komentar

adv/http://halaqah.tauhid.or.id/|

Artikel Pilihan

artikel pilihan/carousel

Arsip Artikel Per Bulan

Facebook

fb/https://www.facebook.com/Tauhid.or.id

Kids

Konten khusus anak & download e-book

Course