artikel pilihan

AQIDAH SEORANG MUSLIM TERHADAP NABI ISA 'ALAHISSALAM


Al Masih Isa bin Maryam –alaihissalam- adalah salah seorang nabi dan rasul yang diutus oleh Allah Ta’ala kepada Bani Israil. Beliau berasal dari keluarga yang sholeh dan taat kepada Allah Ta’ala. Keluarga beliau adalah keluarga istimewa dan pilihan.
   Allah Ta’ala berfirman tentang kakek beliau Imron :
[إِنَّ اللَّهَ اصْطَفَى آدَمَ وَنُوحًا وَآلَ إِبْرَاهِيمَ وَآلَ عِمْرَانَ عَلَى الْعَالَمِينَ  [آل عمران : 33


Sesungguhnya Allah telah memilih Adam, Nuh, keluarga Ibrahim dan keluarga ’Imran melebihi segala umat [di masa mereka masing-masing] (Ali Imron : 33)

Disebutkan bahwasanya Imron adalah keturunan dari Nabi Sulaiman bin Dawud –alaihimassalam-.
Allah Ta’ala berfirman tentang ibu beliau Maryam :
وَإِذْ قَالَتِ الْمَلَائِكَةُ يَا مَرْيَمُ إِنَّ اللَّهَ اصْطَفَاكِ وَطَهَّرَكِ وَاصْطَفَاكِ عَلَى نِسَاءِ الْعَالَمِينَ  [آل عمران : 42


Dan [ingatlah] ketika Malaikat [Jibril] berkata: "Hai Maryam, sesungguhnya Allah telah memilih kamu, mensucikan kamu dan melebihkan kamu atas segala wanita di dunia [yang semasa dengan kamu]. (Ali Imron : 42) 
Beliau diutus sebagai Rasul kepada Bani Israil.
Allah Ta’ala berfirman :
وَرَسُولًا إِلَى بَنِي إِسْرَائِيلَ [آل عمران : 49]


Dan [sebagai] Rasul kepada Bani Israil (Ali Imron : 49)

Begitu juga Allah Ta’ala berfirman :
وَإِذْ قَالَ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ يَا بَنِي إِسْرَائِيلَ إِنِّي رَسُولُ اللَّهِ إِلَيْكُمْ  [الصف : 6]


Dan [ingatlah] ketika ’Isa Putera Maryam berkata: "Hai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu (Ash Shaff : 6)
Allah Ta’ala menurunkan Kitab Al Injil kepada Nabi Isa –alaihissalam- :
وَقَفَّيْنَا عَلَى آثَارِهِمْ بِعِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ التَّوْرَاةِ وَآتَيْنَاهُ الْإِنْجِيلَ فِيهِ هُدًى وَنُورٌ وَمُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ التَّوْرَاةِ وَهُدًى وَمَوْعِظَةً لِلْمُتَّقِينَ [المائدة : 46]


Dan Kami iringkan jejak mereka [nabi-nabi Bani Israil] dengan ’Isa putera Maryam, membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu: Taurat. Dan Kami telah memberikan kepadanya Kitab Injil sedang di dalamnya [ada] petunjuk dan cahaya [yang menerangi], dan membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu Kitab Taurat. Dan menjadi petunjuk serta pengajaran untuk orang-orang yang bertakwa (Al Maidah : 46)
Sebagaimana dakwah para nabi dan rasul yang lain –alaihimussalam-, dakwah Nabi Isa adalah dakwah kepada tauhid, mengajak umat untuk beribadah hanya kepada Allah Ta’ala semata.
Allah Ta’ala berfirman :
وَقَالَ الْمَسِيحُ يَا بَنِي إِسْرَائِيلَ اعْبُدُوا اللَّهَ رَبِّي وَرَبَّكُمْ إِنَّهُ مَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنْصَارٍ [المائدة : 72]


Al Masih berkata: "Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu" Sesungguhnya orang yang mempersekutukan [sesuatu dengan] Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun.(Al Maidah : 72)
Tidak pernah sekalipun beliau mengaku-ngaku sebagai anak Allah, atau mengaku-ngaku memiliki hak untuk diibadahi, atau menyeru manusia untuk beribadah kepadanya dan ibunya. Hal ini adalah kedustaan orang-orang nasrani atas beliau. Dan ini merupakan bentuk sikap ghuluw (berlebih-lebihan dan melampaui batas) yang sangat tercela dan sangat berbahaya bagi aqidah seseorang. Karena sikap ghuluw inilah, orang-orang Nasrani terjatuh kepada kekufuran dan kesyirikan.
Allah Ta’ala berfirman :
يَا أَهْلَ الْكِتَابِ لَا تَغْلُوا فِي دِينِكُمْ وَلَا تَقُولُوا عَلَى اللَّهِ إِلَّا الْحَقَّ إِنَّمَا الْمَسِيحُ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ رَسُولُ اللَّهِ وَكَلِمَتُهُ أَلْقَاهَا إِلَى مَرْيَمَ وَرُوحٌ مِنْهُ فَآمِنُوا بِاللَّهِ وَرُسُلِهِ وَلَا تَقُولُوا ثَلَاثَةٌ انْتَهُوا خَيْرًا لَكُمْ إِنَّمَا اللَّهُ إِلَهٌ وَاحِدٌ سُبْحَانَهُ أَنْ يَكُونَ لَهُ وَلَدٌ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ وَكَفَى بِاللَّهِ وَكِيلًا  [النساء : 171]


Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al Masih, ’Isa putera Maryam itu, adalah utusan Allah dan [yang diciptakan dengan] kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan [dengan tiupan] roh dari-Nya. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan: "[Tuhan itu] tiga", berhentilah [dari ucapan itu]. [Itu] lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah sebagai Pemelihara (An Nisa : 171)
Nabi Isa –alaihissalam- memiliki keistimewaan-keistimewaan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Di antaranya, beliau lahir dari rahim seorang ibu tanpa melalui proses pembuahan rahim. Bahkan ditiupkan kepadanya ruh maka hamillah Maryam yang kemudian melahirkan Isa Al Masih.

Di antara keistimewaan beliau pula, beliau bisa berbicara –dengan izin Allah- dalam keadaan beliau masih bayi.
Allah Ta’ala berfirman :
وَيُكَلِّمُ النَّاسَ فِي الْمَهْدِ وَكَهْلًا وَمِنَ الصَّالِحِينَ  [آل عمران : 46]


“..dan dia berbicara dengan manusia ketika masih dalam buaian dan ketika sudah dewasa dan dia termasuk di antara orang-orang yang saleh. (Ali Imron : 46)
Selain keistimewaan-keistimewaan tersebut beliau juga memiliki mu’jizat-mu’jizat dari Allah Ta’ala sebagai ayat dan tanda kenabian beliau.
Allah Ta’ala berfirman :
أَنِّي قَدْ جِئْتُكُمْ بِآيَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ أَنِّي أَخْلُقُ لَكُمْ مِنَ الطِّينِ كَهَيْئَةِ الطَّيْرِ فَأَنْفُخُ فِيهِ فَيَكُونُ طَيْرًا بِإِذْنِ اللَّهِ وَأُبْرِئُ الْأَكْمَهَ وَالْأَبْرَصَ وَأُحْيِي الْمَوْتَى بِإِذْنِ اللَّهِ وَأُنَبِّئُكُمْ بِمَا تَأْكُلُونَ وَمَا تَدَّخِرُونَ فِي بُيُوتِكُمْ إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآيَةً لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ [آل عمران : 49]


"Sesungguhnya aku telah datang kepadamu dengan membawa sesuatu tanda [mu’jizat] dari Tuhanmu, yaitu aku membuat untuk kamu dari tanah berbentuk burung; kemudian aku meniupnya, maka ia menjadi seekor burung dengan seizin Allah; dan aku menyembuhkan orang yang buta sejak dari lahirnya dan orang yang berpenyakit sopak; dan aku menghidupkan orang mati dengan seizin Allah; dan aku kabarkan kepadamu apa yang kamu makan dan apa yang kamu simpan di rumahmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu adalah suatu tanda [kebenaran kerasulanku] bagimu, jika kamu sungguh-sungguh beriman."(Ali Imron : 49)
Keistimewaan-keistimewaan dan mu’jizat-mu’jizat tersebut adalah dari Allah Ta’ala. Karena itu, tidaklah keistimewaan-keistimewaan tersebut menyebabkan keluar dari keadaan beliau sebagai hamba Allah dan tidaklah menjadi alasan bahwasanya beliau adalah anak Allah. 
Beliau tetaplah seorang hamba Allah yang memiliki kewajiban untuk beribadah kepada Allah,  dan bukan malah disembah dan diibadahi sebagaimana yang dilakukan orang-orang Nasrani. Sangat mudah bagi Allah untuk menjadikan keistimewaan-keistimewaan tersebut, bahkan yang lebih besar dan lebih hebat sekalipun.
Allah Ta’ala berfirman :
إِذَا قَضَى أَمْرًا فَإِنَّمَا يَقُولُ لَهُ كُنْ فَيَكُونُ [آل عمران : 47]


"Demikianlah Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya. Apabila Allah berkehendak menetapkan sesuatu, maka Allah hanya cukup berkata kepadanya: "Jadilah", lalu jadilah dia. (Ali Imron : 47)
Beliau dan ibunya juga adalah manusia biasa selayaknya manusia-manusia lainnya. Mereka membutuhkan makan dan kebutuhan-kebutuhan manusia lainnya.
Allah Ta’ala berfirman :
مَا الْمَسِيحُ ابْنُ مَرْيَمَ إِلَّا رَسُولٌ قَدْ خَلَتْ مِنْ قَبْلِهِ الرُّسُلُ وَأُمُّهُ صِدِّيقَةٌ كَانَا يَأْكُلَانِ الطَّعَامَ [المائدة : 75]


Al Masih putera Maryam hanyalah seorang Rasul yang sesungguhnya telah berlalu sebelumnya beberapa rasul, dan ibunya seorang yang sangat benar, kedua-duanya biasa memakan makanan.(Al Maidah : 75)
Sangat penting bagi seorang muslim untuk bersikap adil dan beraqidah dengan aqidah yang benar terhadap Nabi Isa –alaihissalam-. Tidak terjatuh kepada sikap yang berlebih-lebihan  sebagaimana yang dilakukan orang-orang nasrani. Atau sebaliknya bersikap lancang dan kurang ajar sebagaimana orang-orang yahudi yang menuduh beliau dan ibu beliau bahwasanya beliau adalah anak hasil perbuatan yang keji.

Di antara aqidah seorang muslim terhadap Nabi Isa –alaihissalam- :

1  Beliau adalah hamba Allah dan Rasulullah
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
من شهد أن لا إله إلا الله وأن محمداً عبده ورسوله، وأن عيسى عبد الله ورسوله، وكلمته ألقاها إلى مريم وروح منه، والجنة حق، والنار حق؛ أدخله الله الجنة على ما كان من العمل


“Barang siapa yang bersaksi “Laa ilaaha illallah” (Tiada sesembahan yang berhak dan benar untuk diibadahi kecuali Allah), dan Muhammad adalah hambaNya dan rasulNya, begitu juga Isa adalah hambaNya dan rasulNya, dan (yang diciptakan dengan) kalimatNya yang disampaikanNya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dariNya, dan dia bersaksi bahwasanya Syurga adalah benar, dan Neraka adalah benar, maka Allah akan masukkan dia ke dalam syurga apapun amalannya.” (Muttafaqun ‘alaihi)

2   .     Beliau adalah salah seorang dari Ulul Azmi dari para rasul.
Allah Ta’ala berfirman :
وَإِذْ أَخَذْنَا مِنَ النَّبِيِّينَ مِيثَاقَهُمْ وَمِنْكَ وَمِنْ نُوحٍ وَإِبْرَاهِيمَ وَمُوسَى وَعِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ وَأَخَذْنَا مِنْهُمْ مِيثَاقًا غَلِيظًا  [الأحزاب : 7]


Dan [ingatlah] ketika Kami mengambil perjanjian dari nabi-nabi dan dari kamu [sendiri], dari Nuh, Ibrahim, Musa dan ’Isa putera Maryam, dan Kami telah mengambil dari mereka perjanjian yang teguh.(Al Ahzab : 7)

3   .     Beliau adalah seorang hamba, tidak memiliki hak sedikitpun untuk diibadahi.
Allah Ta’ala berfirman :
إِنْ هُوَ إِلَّا عَبْدٌ أَنْعَمْنَا عَلَيْهِ وَجَعَلْنَاهُ مَثَلًا لِبَنِي إِسْرَائِيلَ [الزخرف : 59]


’Isa tidak lain hanyalah seorang hamba yang Kami berikan kepadanya ni’mat [kenabian] dan Kami jadikan dia sebagai tanda bukti [kekuasaan Allah] untuk Bani Israil.(Az Zukhruf : 59)

4   .     Beliau berdakwah menyeru umatnya untuk beribadah kepada Allah Ta’ala dan menjauhi kesyirikan. Allah Ta’ala berfirman :
إِنَّ اللَّهَ رَبِّي وَرَبُّكُمْ فَاعْبُدُوهُ هَذَا صِرَاطٌ مُسْتَقِيمٌ [آل عمران : 51]


Sesungguhnya Allah, Tuhanku dan Tuhanmu, karena itu sembahlah Dia. Inilah jalan yang lurus. (Ali Imron : 51)

5   .     Beliau menyampaikan kabar gembira akan kenabian Muhammad –shallallahu ‘alaihi wa sallam- setelah beliau :
وَمُبَشِّرًا بِرَسُولٍ يَأْتِي مِنْ بَعْدِي اسْمُهُ أَحْمَدُ [الصف : 6]


dan memberi kabar gembira dengan [datangnya] seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad [Muhammad] (Ash Shaff : 6)

6    .     Beliau tidaklah disalib dan dibunuh, bahkan Allah angkat beliau ke langit. Allah Ta’ala berfirman :
وَقَوْلِهِمْ إِنَّا قَتَلْنَا الْمَسِيحَ عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ رَسُولَ اللَّهِ وَمَا قَتَلُوهُ وَمَا صَلَبُوهُ وَلَكِنْ شُبِّهَ لَهُمْ وَإِنَّ الَّذِينَ اخْتَلَفُوا فِيهِ لَفِي شَكٍّ مِنْهُ مَا لَهُمْ بِهِ مِنْ عِلْمٍ إِلَّا اتِّبَاعَ الظَّنِّ وَمَا قَتَلُوهُ يَقِينًا  بَلْ رَفَعَهُ اللَّهُ إِلَيْهِ وَكَانَ اللَّهُ عَزِيزًا حَكِيمًا [النساء : 157 ، 158]


“..dan karena ucapan mereka: "Sesungguhnya Kami telah membunuh Al Masih, ’Isa putera Maryam, Rasul Allah" , padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak [pula] menyalibnya, tetapi [yang mereka bunuh ialah] orang yang diserupakan dengan ’Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang [pembunuhan] ’Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak [pula] yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah ’Isa.(Annisa : 157-1580
.     Beliau akan turun pada akhir zaman nanti, dan akan berhukum dengan syariat Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.  Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
«وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ، لَيُوشِكَنَّ أَنْ يَنْزِلَ فِيكُمْ ابْنُ مَرْيَمَ حَكَمًا مُقْسِطًا، فَيَكْسِرَ الصَّلِيبَ، وَيَقْتُلَ الخِنْزِيرَ، وَيَضَعَ الجِزْيَةَ، وَيَفِيضَ المَالُ حَتَّى لاَ يَقْبَلَهُ أَحَدٌ»


“Demi Dzat yang jiwaku berada digenggamanNya, akan turun sebentar lagi kepada kalian Ibnu Maryam sebagai seorang hakim yang adil. Dia akan menghancurkan salib-salib, membunuh babi-babi, membebaskan jizyah. Dan harta akan berlimpah ruah sampai tidak ada seorang pun lagi yang mau     menerimanya.” (Muttafaqun ‘alaihi)



------------------------------------------------

Ditulis Oleh Ustadz Ayyub Abu Ayyub
PROFIL PENULIS | LIHAT TULISAN LAIN

Tidak ada komentar

adv/http://halaqah.tauhid.or.id/|https://3.bp.blogspot.com/-vsjjpoMCiW8/WlGA-RAlXRI/AAAAAAAABig/cGiszDzhKKsfBESHw6eUdidc1NSJNT2RQCLcBGAs/s1600/halaqah.jpg

Muamalah

muamalah/carousel

Arsip Artikel Per Bulan

CRAST

Community Relief and Spreading Tauhid

Facebook

fb/https://www.facebook.com/Tauhid.or.id

Info Kajian